Adam Air Tanah

Terompet tahun baru berbuah lara, ketika kita mengawali 2007 dengan tragedi. Pesawat AdamAir hilang di Sulawesi dan sampai coretan ini dibuat 13 Januari 2007, perangkat besi terbang itu baru ditemukan serpihan-serpihannya.

Mengawali tahun ini juga kita di didera bencana di perairan. Kapal feri Senopati Nusantara tenggelam di Jawa Tengah. Ratusan nyawa hilang dan kemungkinan besar ‘telah kembali’ ke pangkuan Ilahi.
Kita juga dihantam musibh tanah longsor tak henti-hentinya. Rumah, manusia dan harta benda terkubur dalam sekejap. Lenyapnya AdamAir, misterius. Radar canggih hasil peradaban manusia tak bisa mendeteksi. Signal musibah hanya bisa ditangkap selintas di Singapura… Baca lebih lanjut

Hutan Ada dalam Jiwa

Banyak orang mencari tempat indah yang eksotis dan tujuan mereka adalah hutan. Pepohonan rimbun dan mata air yang menetes dari batu-batu atau pancoran. Mereka mencari bahkan menyepi, di tempat seperti ini dengan hanya satu alasan, menenangkan jiwa, setelah sumpek dari hujaman rutinitas.

Ketika membutuhkan kedamaian, kita kerap mencari suasana. Lalu suasanalah yang menyeret kita untuk selalu akrab dengan alam, meski pada sisi lain, sesungguhnya atas nama kehidupan, manusia selalu cenderung merusak hutan, alam dan lingkungan. Atas nama industri dan kesejahteraan, manusia mengelola alam tanpa perhitungan ekologis… Baca lebih lanjut

Samudra Luas

Samudra adalah hidup itu sendiri dan kehidupan terhampar luas bagai samudra. Perjuangan untuk hidup adalah bagaimana mampu menatang dan samudra dan menikmati indahnya samudra. Ketika kita melihat samudra sebagai tantangan, maka kita berupaya menaklukkan samu dra dengan menjadikan samudra menjadi bagian dari kita. Tetapi ketika kita memandang samudra sebagai sesuatu yang menakutkan dan mengerikan, maka … Baca lebih lanjut

Mengukir Jejak

Tak ada jejak bila tak tercatat. Maka lewat lembaran ini, sekadar mencatatkan apa yang perlu saya ketahui dan mungkin anda. Sebab, kehidupan bagi saya, juga adalah bagian dari catatan perjalanan, sebalum tiba pada satu catatan akhir bernama maut.
Ketika kita bergumul dalam rutinitas masing-masing, kita adalah ombak yang setia menghempas ke pasir. Ketika itu silih berganti kita menapak di pasir dan ombak tetap menghempas, jilatannya terus merayapi bibir pantai menghapus setiap jejak kaki yang tertinggal…. Baca lebih lanjut