Gus Dur, Semua Manusia Sama

Gus Dur wafat. Innalillahi wainnailaihi raji’un. Kulllinafsin zjaikatul maut. Bagi saya, Gus Dur adalah manusia paripurna. Dalam kerangka sufistik, adalah wali. Saya kurang paham dengan  arti harfiah atau makna wali. Tetapi bagi saya, wali itu adalah mereka yang memilki kemampuan tidak biasa dengan pikiran dan tindakan yang tidak biasa, untuk mengamalkan nilai-nilai kebaikan. Dan nilai-nilai itu bermuara pada keselamatan alam semesta dan isinya. Bahasa kreennnya barangkali rahmatan lil ‘alamin.

Bangsa Indonesia kehilangan seorang manusia super.

Seorang tokoh dan kenegarawanan. Serorang pengayom yang selalu ikhlas mengayomi manusia tanpa melihat batas-batas keyakinan, batas-batas sosialogis, batas-batas etnis, dan batas-batas lain yang kerap menjadi potensi bercerai-berainya manusia, karena tak mampu  mengelola dan memanfaatkan perbedaan, yang sebenarnya merupakan salah satu rahmat Tuhan.

Kita akan sulit menemukan lagi pengganti Gus Dur. Tapi itu, bukan makna dari perginya Gus Dur. Makna terpenting dari ketiadaan fisik beliau adalah pelajaran berharga bagi kita bahwa semua manusia sama derajatnya di hadapan Maha Pencipta. (mustam arif/31/12/2009)

Iklan
Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s