Tuhan Maha Anti Korupsi

MENGAPA demo memperingati Hari Anti Korupsi mesti ternoda secuil anarkisme? Bukankah Tuhan telah merahmati Indonesia dengan sebuah pertolongan dahsyat? Bukankah campur tangan Tuhan telah menyudahi sebuah kezaliman besar dari bangsa besar dengan jumlah penduduk yang besar, dan katanya melahirkan pemimpin-pemimpin besar. Mestinya gerakan massa 9 Desember 2009 merupakan kenduri selamatan untuk negeri ini, karena berkat rahmat Tuhan, people power mampu menemukan kekuatan menyelamatkan Indonsia.

Seandainya Tuhan tidak mengaruniai pertolongan, sebuah kejahatan besar di negeri ini mengukir sukses. Jika kesuksesan itu dipeoleh, makin mengokohkan proses sebuah peradaban yang membalikkan kezaliman menjadi kelaziman…
Alhamdulillah, Tuhan akhirnya menunjukan keperkasaan-Nya sehingga umatnya yang selalu teguh pada prinsip ‘yang benar tetap benar’ mendayagunakan kesabaran dari reruntuhan-reruntuhan ketabahan. Tuhan harus mengurangi sedikit ampunan-Nya kepada koruptor dan penegak hukum. Tuhan mungkin murka  menyaksikan sumpah atas nama Tuhan menjadi pedang-pedang retorika. Sumpah dibuat kehilangan skralitas dan kekuatan kebanaran, yang dibungkus dengan air mata dan raut wajah hipokrit. Tuhan cepat-cepat menolong umat-Nya dari kebingungan dan kegamanangan bertanya sebenarnya siapa yang benar dan siapa yang salah?

Jika Tuhan tidak memberi pertolongan untuk bangsa ini, bukan hanya Candra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto kehilangan jabatan, kehilangan pengabdian dan kehilangan keberanian. Jika Tuhan tidak memberikan pertolongan, martabat dan moralitas bangsa menuju keruntuhannya. Jika Tuhan tidak campur tangan, sebagian koruptor dan oknum-oknum penegak hukum berpesta-pora merayakan kemenangan bagi sebuah bangsa yang para pemimpinya konon berkomitmen memberantas korupsi.

Tuhan akhirnya mematahkan kezaliman dalam sebuah sandiwara hukum. Tuhan menunjukkan keperkasaan-Nya lewat umat-umatnya yang tabah dan setia pada kebenaran, lewat sebuah lembaga bernama Mahkamah Konstitusi. Tuhan menunjukan kemahakuasaan-Nya lewat sebuah rekaman yang dibuat KPK. Rekaman itu  sebelumnya tidak pernah terbayangkan kelak menjelma ‘mata’ Tuhan untuk memperingati umatnya yang zalim. Lewat rekaman itulah, Tuhan mematahkan ketangguhan sebuah rekayasa kezaliman yang dibangun secara kolektif  justru oleh umat-umat yang sebagian diserahi amanat menegakkan kebenaran.

Tuhan juga merahmati umat-Nya dengan kekuatan-kekuatan di antaranya interaksi membangun energi lewat jejaring sosial.  Tanpa sebuah alat rekaman dan jejaring sosial, bukan hanya Chandra dan Bibit masuk penjara. Kitabakal kesulitan melawan monster kemanusiaan bernama korupsi, yang dikendalikan para mafioso, seuah kolaborasi kezaliman antara pengusaha, pejabat dan penegak hokum.

Maka mari menengadahkan tangan dan mengucap terima kasih, bahwa Tuhan telah menolong kita. Menolong Indonesia dari dajjal korupsi.

Tetapi sebagai zat mahabijaksana, Tuhan tidak selamanya mengintervensi penentuan nasib mansia dan nasib suatu kaum. Karena itu, perjuangan melawan korupsi serta menegakkan martabat dan moralitas bangsa, tidak hanya sampai pada 9 Desember 2009. Momentum itu baru menjadi pintu masuk perjuangan selanjutnya, menghadapi tantangan makin berat. Para koruptor tentu tak ingin menikmati kekalahan demi kekalahan.

Tuhan telah membuka mata kita bersama untuk terus merenda kekuatan. Kita mesti terus melawan korupsi, karena korupsi dan koruptor juga dimurkahi Tuhan. Karena Tuhan bersama kita. Tuhan maha anti korupsi. (mustam arif/9/12/2009)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s