Mengukir Jejak

Tak ada jejak bila tak tercatat. Maka lewat lembaran ini, sekadar mencatatkan apa yang perlu saya ketahui dan mungkin anda. Sebab, kehidupan bagi saya, juga adalah bagian dari catatan perjalanan, sebalum tiba pada satu catatan akhir bernama maut.
Ketika kita bergumul dalam rutinitas masing-masing, kita adalah ombak yang setia menghempas ke pasir. Ketika itu silih berganti kita menapak di pasir dan ombak tetap menghempas, jilatannya terus merayapi bibir pantai menghapus setiap jejak kaki yang tertinggal….
Karenanya, bila kita tidak juga setia seperti ombak dan pantai, maka kehidupan hanya berlalu tanpa catatan, bagai buih ombak yang menguap. Bila kita juga terlampau banyak melukis jejak di pantai hanya untuk kepuasan kaki semata, maka jilatan ombak pun enggan menghapus jejak kita yang tidak ikhlas dan setia.
Lewat lembaran ini, aku adalah pantai dan siapa saja yang bekunjung ke arena ini adalah ombak, yang mengajak aku mengenal samudra lebih luas dan dalam. Mengajak aku menyelami kedalaman laut, dalam bimbingan-Nya. (mustam arif/01/2007)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s